
Ambon, Tabaosmaluku.com– Wali Kota Ambon menegaskan sikap tegasnya terhadap berbagai persoalan yang tengah dihadapi pemerintah kota, mulai dari pelayanan publik hingga penyelesaian masalah adat.
Dalam pernyataan terbarunya, Wali Kota menyoroti buruknya pelayanan Layanan Air Bersih yang dikelola oleh PT DSA. Ia mengungkapkan menerima keluhan hampir setiap hari dari masyarakat melalui berbagai saluran, seperti WhatsApp, Facebook, dan TikTok.
“Air bersih ini keluhannya hampir tiap hari saya terima. Padahal ini adalah kebijakan prioritas utama saya,” tegasnya.
Pemerintah kota, lanjutnya, akan mengambil langkah tegas dengan mengambil alih PT DSA, yang 99% sahamnya dimiliki oleh Perumda Tirta Yapono, milik Pemerintah Kota Ambon.
“Kalau PT DSA tidak memperbaiki pelayanan, sama saja mereka sengaja membuat pemerintah kota dihujat masyarakat. Kita akan ambil alih, lewat mekanisme apapun.”
Wali Kota juga menyinggung lambatnya proses pengangkatan raja-raja definitif di beberapa negeri adat. Ia menyebut tarik-menarik kepentingan sebagai penyebab utama keterlambatan, dan menegaskan bahwa Badan Saniri Negeri harus menunjukkan komitmen.
“Kalau badan saniri malah jadi penghambat, kita bekukan, angkat yang baru. Pemerintah kota tidak tinggal diam,” ujarnya.
Terkait efisiensi anggaran, ia menegaskan bahwa sejak dilantik bersama wakil wali kota, pihaknya memilih tidak membeli mobil dinas baru. Anggaran tersebut dialihkan untuk pembangunan TPS baru di seluruh wilayah kota Ambon.
Selain itu, kebijakan penggunaan transportasi umum pada hari Jumat oleh ASN dan pejabat di lingkungan pemerintah kota juga diterapkan untuk efisiensi serta mendukung sektor transportasi lokal seperti ojek online dan angkutan umum.
“Kita ingin efisiensi, perhatian pada kondisi masyarakat, dan bantu kurangi kemacetan. Kalau kondisi sudah stabil, baru kita pertimbangkan lagi kendaraan dinas.”
Menanggapi pertanyaan soal keterlambatan pembayaran gaji pegawai kontrak dan dana insentif, Wali Kota menyatakan bahwa prosesnya masih berjalan dan belum bisa dipastikan waktu pembayarannya.(**)




