
Ambon,Tabaosmaluku.com– Pemerintah Kota Ambon menegaskan komitmennya dalam menangani dampak kerusuhan antarwarga yang menyebabkan kerusakan rumah dan pengungsian ratusan warga. Wali Kota Ambon menyatakan bahwa penanganan darurat korban bencana ditetapkan selama dua minggu dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan. Setelah itu, pemerintah akan menyalurkan dana stimulan untuk membantu masyarakat membangun kembali rumah mereka.
Selain mengandalkan APBD, Wali Kota juga mengapresiasi inisiatif sejumlah pengusaha yang secara sukarela bersedia membantu memperbaiki rumah warga terdampak. “Tanggung jawab utama memang ada di pemerintah, tetapi keterlibatan masyarakat maupun pengusaha bisa meringankan beban bersama,” ujarnya.
Dalam upaya menjaga keamanan, Pemkot Ambon bersama Kapolresta, Dandim, dan DPRD telah membahas penempatan pos pengamanan di wilayah perbatasan. Bahkan, pemerintah merencanakan pembangunan Koramil baru di wilayah Teluk Ambon yang hingga kini masih bergabung dengan Koramil Baguala.
Wali Kota menekankan pentingnya mencegah agar konflik serupa tidak kembali terjadi. Ia mengapresiasi pertemuan antara Raja Hitu Lama, Raja Hitu Mesing, Kepala Desa Wakal, dan Kepala Desa Hunuth Durian Patah, yang bersepakat menjamin keamanan serta mencegah terulangnya bentrokan. “Yang terpenting adalah menyelesaikan akar masalah, sehingga masyarakat dapat kembali hidup aman dan harmonis,” tegasnya.
Karena konflik melibatkan dua wilayah administrasi, yakni Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah, Pemkot Ambon telah meminta Gubernur Maluku memfasilitasi rapat koordinasi bersama. Termasuk pula terkait masalah pendidikan, khususnya keberadaan siswa dari luar daerah yang bersekolah di Ambon, yang menurut Wali Kota merupakan kewenangan pemerintah provinsi.(**)




