
AMBON,Tabaosmaluku.com – Kepala Satuan Kerja (Satker) II Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku, Toce Lewol, angkat bicara terkait pemberitaan yang menyudutkan lembaganya. Kepada wartawan, Sabtu (16/8/2025), Lewol menyampaikan kekecewaannya terhadap salah satu wartawan berinisial GP yang dinilai tidak menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
“Sejak dulu hubungan kami dengan insan pers di Maluku terjalin sangat baik. Namun belakangan ada oknum wartawan baru yang cara kerjanya jauh berbeda dari wartawan-wartawan senior. Mereka tidak melakukan cek dan ricek, berita sudah naik baru coba konfirmasi,” ungkap Lewol.
Ia menyebut, GP sempat meminta sejumlah uang untuk keperluan pribadi, namun permintaan itu tidak ditanggapi. Dugaan kuat, karena kecewa, yang bersangkutan kemudian menyoroti proyek preservasi jalan Saleman–Besi–Wahai dan Pasahari di Seram Utara, Maluku Tengah, senilai Rp24 miliar.
“Ini bukan pertama kali, mereka mencoba mencari kesalahan dengan cara yang tidak etis. Bahkan menjadikan isu proyek sebagai senjata untuk menekan kami, seolah-olah mereka pihak berwenang,” tambahnya.
Lewol menegaskan, paket proyek tersebut sudah melalui mekanisme yang sah. Dokumen pengadaan menunjukkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp24,078 miliar, dengan pemenang tender PT Aiwondeni Permai. Kontrak ditandatangani 3 Mei 2023 dengan nilai Rp23,784 miliar, atau lebih rendah Rp294 juta dari HPS.
“Penurunan nilai kontrak dari HPS itu hal biasa. Namun karena ada tudingan tidak berdasar, kami perlu meluruskan agar publik mendapat informasi yang benar,” jelasnya.
Sebagai pejabat yang lama bermitra dengan media, Lewol berharap wartawan pendatang baru di Maluku lebih berhati-hati dalam menulis berita. Ia mengingatkan, tugas jurnalis adalah menyampaikan informasi faktual, bukan menyebarkan kabar bohong atau menjadikan pemberitaan sebagai alat tekanan.
“Nama besar di belakang profesi jurnalis adalah tugas mulia. Jangan hanya karena rupiah, kalian mencederai etika jurnalistik. Itu tidak akan disenangi siapapun,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Lewol menyampaikan permohonan maaf kepada wartawan senior maupun junior yang selama ini menjaga hubungan baik dengan BPJN. “Klarifikasi ini bukan untuk menyerang siapapun, tetapi untuk meluruskan informasi yang tidak benar,” pungkasnya.(**)




