
Ambon, Tabaosmaluku.com – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana Pertama Tahun 2025, dengan mengusung tema “Mendidik dengan Cinta, Membangun SDM Unggul Menuju Masyarakat Maju dan Berdaya Saing.”
Dalam sambutannya, Rektor IAKN Ambon Prof.Dr.Yance Z. Rumahuru, M.A menegaskan bahwa tema ini bukan sekadar slogan, tetapi merupakan filosofi pendidikan yang dipegang teguh oleh institusi. “Mendidik dengan cinta adalah komitmen kami untuk melayani dengan sepenuh hati, membentuk lulusan yang sadar nilai-nilai agama, kebangsaan, cinta tanah air, dan keberagaman,” ujarnya.
Rektor menekankan pentingnya pendidikan yang tidak hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan spiritualitas. Pendidikan yang dilandasi cinta, menurutnya, akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki integritas, empati, serta semangat melayani masyarakat.
Dalam konteks ini, IAKN Ambon hadir sebagai agen perubahan, bukan hanya di Maluku tetapi juga dalam skala nasional. Institusi ini diharapkan terus melahirkan lulusan yang menjadi mediator kerukunan antarumat beragama serta berkontribusi aktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan kemasyarakatan, termasuk isu lingkungan dan penguatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Rektor juga menyampaikan bahwa IAKN Ambon telah lama menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah. Bahkan sebelum bertransformasi menjadi institut pada tahun 2018, lembaga ini telah melahirkan ribuan alumni yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia Timur dan pulau-pulau besar lainnya.
Lebih lanjut, IAKN Ambon juga menjadi perguruan tinggi keagamaan Kristen rujukan nasional dalam beberapa program penting. Sejak tahun 2018, kampus ini dipercaya menjadi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk guru pendidikan agama Kristen dan Budi Pekerti se-Indonesia. Pada tahun 2025, dua program studi pascasarjana – Magister Pendidikan Agama Kristen dan Magister Musik Gerejawi – telah menjadi program rujukan nasional yang menerima mahasiswa dengan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Dalam hal pengembangan kelembagaan, IAKN Ambon terus berinovasi. Tahun ajaran 2024–2025, institusi ini resmi membuka Fakultas Sains dan Teknologi dengan tiga program studi baru: Sistem Informasi, Arsitektur, dan Teknik Industri. Ini menambah deretan program studi umum selain yang berbasis keagamaan dan humaniora.
Saat ini, jumlah mahasiswa aktif di IAKN Ambon tercatat sebanyak 3.447 orang, dengan target penerimaan mahasiswa baru sebanyak 600–700 orang per tahun, yang selalu tercapai bahkan melampaui.
Tenaga pendidik di kampus ini pun menunjukkan kualitas yang mumpuni, dengan 123 dosen tetap yang terdiri atas 36 orang bergelar doktor dan 87 orang bergelar magister. Sebanyak 15 dosen kini sedang menempuh pendidikan doktor, baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, terdapat 6 profesor, dengan 3 aktif mengajar dan 3 lainnya dikaryakan, semuanya ditempatkan pada program pascasarjana.
Dengan dukungan SDM yang kuat, IAKN Ambon berkomitmen terus menjadi kampus “Harmoni dalam Keragaman,” serta menjadi bagian dari transformasi pendidikan tinggi di Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.(**)




